Taba Pasmah, 15 April 2026 – Warga Desa Taba Pasmah, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, mengikuti sosialisasi pencegahan dan penanganan bencana kebakaran di Gedung Serbaguna Desa setempat, Rabu (15/4/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB sampai demgan selesai, ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran yang sering mengintai.
Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Taba Pasmah ini menghadirkan narasumber ahli dari Lembaga Bengkulu Safety, yakni Bapak Nanda Elfandani beserta tim. Kegiatan dihadiri oleh Camat Kecamatan Talang Empat Ibu Lismawati, S.Ip, Kepala Desa Taba Pasmah beserta perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta perwakilan lembaga selingkup desa.
Membuka acara, Camat Lismawati, S.Ip, menyampaikan pesan krusial mengenai urgensi pelatihan ini. "Bencana kebakaran tidak bisa kita duga datangnya, tapi kita bisa mencegah dan meminimalisir dampaknya melalui pengetahuan dasar. Ikuti dengan sungguh-sungguh, karena ini menyangkut nyawa dan harta warga sehari-hari," tegasnya di depan peserta.
Pemateri utama, Bapak Nanda Elfandani, yang berpengalaman di bidang keselamatan kebakaran, menyajikan materi secara komprehensif. Ia memulai dengan pengenalan peralatan penanganan darurat, termasuk jenis-jenis APAR (Alat Pemadam Api Ringan) beserta spesifikasinya untuk berbagai skenario. "APAR powder efektif untuk kebakaran kelas A (bahan padat), B (cairan mudah terbakar), dan C (listrik), potensi penyebab api di lingkungan desa, seperti kompor gas bocor, kabel listrik rusak, pembakaran sampah tak terkendali, dan lainnya" ungkapnya.
Bagian paling dinanti adalah sesi praktik langsung, di mana peserta bergantian mencoba memadamkan api simulasi menggunakan APAR asli yang disediakan tim Bengkulu Safety. Suasana Gedung Serbaguna bergemuruh dengan sorak sorai saat peserta berhasil mengendalikan "kebakaran" dalam hitungan detik.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Program Penguatan Desa Adaptif terhadap Perubahan Iklim yang digulirkan Kemendes PDTT dengan fokus pada peningkatan kapasitas menghadapi bencana sekunder iklim seperti kebakaran lahan akibat musim kemarau ekstrem. Kegiatan ini bertujuan membangun masyarakat tangguh bencana.